PEMDES MAJASARI. Diberdayakan oleh Blogger.

Berita Terbaru

PPS Majasari Selenggarakan Rapat Pleno

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Senin, 14 April 2014 | 16.14

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Majasari Kecamatan Sliyeg melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu Legislatif Tahun 2014. Rapat Pleno terbuka yang dilaksanakan pada Jum’at (11/4/14) dimulai jam 13.00 wib tersebut baru selesai pada pukul 18.30 WIB dihadiri oleh seluruh KPPS , Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan para saksi Partai Politik yang menyerahkan mandatnya untuk mengikuti pleno pada tingkat PPS.

Ada 6 (enam) TPS yang disediakan dan sudah melayani masyarakat desa Majasari yang sudah memenuhi ketentuan untuk menggunakan hak pilihnya. Masyarakat yang tercatat pada daftar DPT (Daftar Pemilih Tetap) sejumlah 2.670 terdiri dari Perempuan 1.397 orang dan 1.273 orang laki-laki, sementara itu masih ada beberapa orang yang masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dengan menunjukan formulir model A.5, maupun KTP setempat.

Secara keseluruhan penyelengaraan Pemilu 2014 di desa Majasari berjalan dengan lancar aman dan tertib “Terima kasih kepada seluruh penyelenggara pemilu baik tingkat PPS maupun KPPS yang telah rela bekerja siang dan malam tanpa lelah demi suksesnya Pemilu tahun 2014,” Ungkap Kuwu Majasari Wartono, S.Pd.,Msi dalam sambutan rapat pleno PPS.

Sebelumnya Kuwu Wartono menjanjikan hadiah 2 (dua) ekor Entok untuk KPPS yang menghias TPSnya dengan aneka kreasi, dan pelaporan administrasi yang baik. “Kami yakin TPS kamilah yang menang lomba kreasi TPS” Jelas Warno anggota KPPS TPS 1. Sampai dengan Pleno PPS berakhir belum ditentukan pemenang lomba kreasi TPS dikarenakan belum selesainya skoring penentuan pemenang lomba. “Kami masih menunggu masukan dari PPS tentang penggadministrasian yang baik dari masing-masing TPS.” Jelas Jurutulis Raskam Ketua Panitia Lomba.

Bantuan Biogas untuk Kelompok Tani Ternak Sapi Majasari

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Senin, 07 April 2014 | 10.45

Populasi ternak sapi di Desa Majasari Kecamatan Sliyeg mencapai 62 (enampuluh dua) ekor, baik yang dipelihara secara koloni oleh Kelompok Tani maupun yang dikelola pribadi. Kotoran ternak yang dihasilkan mencapai angka rata-rata 496 Kg / hari, tentu ini sangat berpotensi menimbulkan permasalahan baru jika tidak bisa ditangani dan diolah dengan baik.

Dengan bantuan sarana dan prasarana Teknologi Pengeolahan Limbah Ternak manjadi Biogas yang diberikan Pemerintah melalui Dinas Pengelolahan Sumber Daya Air,Tambang dan Energi Kabupaten Indramayu pada awal bulan April 2014, akhirnya kelompok ternak bisa menanggulangi permasalahan tersebut.

Wartono, S.Pd.,M.Si Kuwu Majasari dalam sosialisasi pemasangan Biogas di kandang koloni mengatakan bahwa Peternakan sapi yang dipelihara secara koloni perlu didukung dengan utilitas pemanfaatan kotoran baik dimanfaatkan untuk pupuk organik, maupun untuk sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, hal tersebut tentu memerlukan dukungan dari semua pihak bagaimana agar petani diperkenalkan dengan teknologi tepat guna.

“Bantuan yang diterima ini sangat bermanfaat bagi kelompok ternak dan masyarakat sekitar, akses energi alternatif yang dikembangkan oleh kelompok tani Tunggal Rasa diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar kandang untuk meringankan beban ekonominya dalam pemenuhan energi bahan bakar untuk kehidupan sehari-hari” ungkap Kuwu Wartono.

Komunitas TIK Desa Majasari dinilai Diskominfo Provinsi Jawa Barat

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Kamis, 20 Maret 2014 | 19.44

Komunitas TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) desa Majasari di ikutsertakan Dishubkominfo Indramayu dalam seleksi  Anugrah IT Jawa Barat Tahun 2014. Ibu lela Kepala Bidang Kominfo Kabupaten Indramayu melihat relawan TIK yang ada di Desa Majasari cukup aktif untuk melakukan perubahan dalam bidang sosial kemasyarakatan dan partisipasi pembangunan desa melalui media TIK, baik penggunaan Internet maupun Informasi melalui Radio Komunitas yang ada di Desa Majasari.

Penjurian Anugrah IT Jawa Barat 2014 yang dilaksanakan pada hari Selasa (18/3/2014) dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, Muspika Kecamatan Sliyeg, Tim juri dari Comlabs ITB yang didampingi oleh Diskominfo Provinsi Jawa Barat, Kabid Kominfo Kabupaten Indramayu bersama staff, Komunitas TIK Cbo zulfikar dan masyarakat desa Majasari memenuhi Aula Bale Gede Ki Shabra gedung Balai Desa Majasari. 

Dalam paparanya ketua CBO Zulfikar Desa Majasari Aas Adiwijaya mengungkapkan bahwa perjalanan memperkenalkan TIK di desa Majasari dimulai dari remaja Masjid, anak-anak putus sekolah , Karang Taruna dan sampai pada akhirnya dipercaya juga oleh Pemerintah Desa Majasari untuk mengelola website desa. "Memperkenalkan TIK di desa bukan tanpa halangan banyak orang yang mencibir langkah kami untuk memperkenalkan TIK sampai akhirnya bisa mempublikasikan potensi - potensi desa melalui Internet," ungkapnya.

TIK di desa Majasari diperkuat ketika Relawan TIK yang anggotanya kebanyakan merupakan mantan buruh migran mendapatkan program dari BNP2TKI yang dilaksanakakan oleh yayasan Tifa foundation dan pendamping lokal WCC (women crisis centre) Balqis Cirebon, dengan hibah yang diberikan dan dipergunakan untuk membuat rumah TIK. Kalau dari tahun 2009 hanya mengajarkan komputer program komputer perkantoran muai tahun 2012 CBO Zulfikar mendampingi masyarakat untuk mengenal dunia internet.

Dua orang juri dari Comlab ITB dalam interview banyak menanyakan tentang pengelolaan administrasi, pengorganisasian cbo secara internal dan regenerasi relawan TIK di desa Majasari.  Salahsatu juri Djadja A.S dari Comlabs ITB memberikan semangat dan harapan untuk pengurus CBO Zulfikar, "Mudah-mudahan CBO Zulfikar masuk lima besar." katanya, diikuti kata Amin oleh seluruh pengurus.

Tugas Pokok dan Fungsi Pembina Polisi Pamong Praja di Desa Majasari

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Selasa, 18 Maret 2014 | 07.30

Satuan Polisi Pamong Praja yang ditugaskan membina masyarakat di desa dalam rangka pelaksanaan tugas pokok Membantu Kepala Daerah melaksanakan Penegakan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati serta melaksanakan Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat, Perlindungan Masyarakat

Sebagaimana tugas pokok yang dijelaskan, Polisi Pamong Praja yang ditugaskan membina masyarakat desa mempunyai fungsi;
  1. Penyusunan Program dan Pelaksanaan Ketentraman dan Ketertiban Umum, Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.
  2. Pelaksanaan kebijakan Pemeliharaan dan penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Daerah. 
  3. Pelaksanaan kebijakan Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. 
  4. Pelaksanaan koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum, Penegakan Peraturan Daerah, Peraturan Kepala Daerah dan Aparat Kepolisian Negara, Penyidik Pegawai Negri Sipil (PNS). Dan atau Aparatur lainnya. 
  5. Pengawasan terhadap masyarakat agar memenuhi dan mentaati Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.

ALI SUKIRNO
Anggota POL PP
Kantor Kecamatan Sliyeg

Babinkamtibmas

Unit Binmas sebagaimana dimaksud merupakan unsur pelaksanaan tugas pokok yang berada di bawah Kapolsek. Yang bertugas melaksanakan pembinaan masyarakat meliputi pemberdayaan Polmas (Perpolisian Masyarakat), ketertibasn masyarakat dan kegiatan koordinasi dengan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa, serta kegiatan kerja sama dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Unit Binmas menyelenggarakan funsi : Pelaksanaan koordinas

Bimmaspol adalah segala kegiatan dan pekerjaan yang menerapkan proses membina dan prinsip-prinsip manajemen (Renorlakwasdal) dalam rangka membina, mendorong, mengarahkan dan menggerakkan masyarakat untuk :
Taat kepada hukum, peraturan perundang-undangan dan norma sosial.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Kamtibmas.
Berperan aktif menciptakan, memelihara dan meningkatkan keamanan, ketertiban bagi diri dan lingkungannya secara swakarsa.

Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Bimmas Polri.
Tugas Pokok Bimmaspol adalah :
Mewujudkan kesadaran hukum masyarakat serta kesadaran tentang kamtibmas untuk menekan pengaruh faktor korelatif kriminogen (FKK) terhadap munculnya kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya.
Mengembangkan dan mendayagunakan potensi kamtibmas yang ada dalam masyarakat menjadi kekuatan kamtibmas swakarsa guna meningkatkan derajat keamanan dan kemampuan masyarakat sendiri.
Fungsi Bimmaspol adalah :
Fungsi teknis, meliputi :

Menyelenggarakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang hukum, tentang masalah-masalah kamtibmas, tentang hak dan kewajibannya dalam penegakan hukum dan pembinaan kamtibmas dan tentang cara-cara berpartisipasi dalam pembinaan kamtibmas

Pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat, agar masyarakat memperoleh pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan melaksanakan tugas, tanggung jawabnya dan hak kewajibannya dalam penegakan hukum dan pembinaan kamtibmas.

Pelayanan kepada masyarakat tentang berbagai keperluan masyarakat kepada Polri, yang menjadi lingkup tugas umum Polri dan tugas-tugas khusus bimmas misalnya pelayanan laporan, pelayanan bantuan polisi, pelayanan konsultasi masalah-masalah yang terkait dengan bidang kamtibmas dan pelayanan sosial dalam batas-batas yang dimungkinkan.

Penertiban preventif terhadap berbagai ketidakteraturan masyarakat, penyimpangan-penyimpangan social, pelanggaran-pelanggaran, penyakit-penyakit masyarakat dan konflik sosial, dengan cara-cara yang bersifat korektif dan edukatif, agar ketertiban masyarakat selalu dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang baru.

Rehabilitasi terhadap berbagai kejadian, situasi dan masalah yang dihadapi masyarakat, sehingga situasi dapat dipulihkan dan masyarakat aktif membantu pemulihan situasi tersebut, misalnya situasi yang terganggu akibat tindakan penegakan hukum, bencana alam, wabah penyakit, konflik sosial, penyandang penyakit-penyakit masyarakat, korban penyandang penyakit-penyakit masyarakat, korban penyalahgunaan narkotika, eks napi, eks G/30/S/PKI dsb.

Fungsi Organik, meliputi :

Pembinaan keamanan swakarsa (binkamsa), yaitu satuan / unit kerja Bimmaspol yang menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan untuk membina dan mengembangkan sistem keamanan dan ketertiban lingkungan secara swakarsa.

Pembinaan ketertiban masyarakat (bintibmas) yaitu satuan / unit kerja Bimmaspol yang menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan yang bersifat preventif, korektif dan edukatif untuk membina potensi masyarakat, melakukan penertiban terhadap berbagai penyimpangan norma-norma sosial. Pelanggaran-pelanggaran peraturan dan konflik sosial serta penyakit masyarakat demikian juga merupakan usaha dan kegiatan memulihkan situasi yang terganggu, serta terhadap penyandang pemulihan kedudukan dan fungsi sosial pada masalah sosial yang ada kaitannya dengan maslah kamtibmas.

Pembinaan Remaja Pemuda dan Wanita (Binredawan) yaitu satuan/unit kerja Bimmaspol yang menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan untuk membina potensi redawan bagi kepentingan pembinaan kamtibmas dan membimbing untuk mengatasi maslah-maslah yang dihadapinya untuk tetap menjamin mantapnya situasi kamtibmas.

Pembinaan Khusus (binsus) Yaitu satuan/unit kerja bimmaspol yang menyelenggarakan usaha dan kegiatan untuk membina hubungan koordinasi dengan instansi/pejabat instansi sipil yang memiliki kewenangan kepolisian terbatas dari menyelenggarakan pembinaan teknis pada alat-alat kepolisian khusus instansi yang bersangkutan dan Bin terhadap Babinkamtib mas.

Binpotmas yaitu satuan/unit kerja Bimmaspol yang menyelenggarakan segala usaha dan kegiatan untuk membina potensi masyarakat agar tugas-tugas Bimmaspol dapat efektif dan efisien sehingga tujuan tugas Polri secara umum dapat terwujud

Peranan Bimmaspol adalah :

Membina dan mengembangkan daya tangkal masyarakat terhadap berbagai kemungkinan timbulnya gejolak situasi dan kondisi atau berbagai faktor kriminogen yang dapat mendorong munculnya gangguan kamtibmas.

Membina dan mengembangkan daya cegah masyarakat terhadap berbagai kerawanan-kerawanan nyata (Police Hazard) dapat mempengaruhi situasi kamtibmas.

Membina dan mengembangkan daya penanggulangan masyarakat terhadap gangguan kamtibmas.

Membina dan mengembangkan daya penyesuaian masyarakat terhadap situasi baru dan sistem sosial baru.


BRIGADIR JOHAN HIDAYAT

NRP. 83060997

Anggota POLRI Polsek Sliyeg

Kegiatan POSKESDES di Baledesa Majasari

Rabu 12/03/2014 POSKESDES Majasari melakukan kegiatan seperti biasa yaitu melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Setiap hari Rabu dan Kamis di Baledesa Majasari diadakan program Poskesdes yang bekerja sama dengan Puskesmas. Dan pada hari Rabu 12/03/2014 kemarin ada salah satu pasien yang memeriksakan kesehatannya. Seperti Ibu Mariah, 76 th yang sudah menderita tekanan darah tinggi sejak lama. Pada saat di periksa tekanan darahnya sampai 200/110 mmHg. Ini sudah jelas termasuk darah tinggi atau hipertensi. Padahal saya sudah minim obat yang di berikan dari pihak kesehatan, tapi tetep saja tekan darah tingginya ngga turun, ujar Ibu Mariah. Setelah di tanya ternyata pencegahannya yang tidak di jalankan dengan baik.

Sebenarnya tekanan darah tinggi bisa diturunkan, selain dengan mengkonsumsi obat darah tinggi bagi penderita juga harus mau menjalankan pencegahan agar tekanan darah tidak naik lagi. Sseperti, kurangi makanan yang terlalu banyak mengandung garam, kurangi merokok dan minuman alkohol, hindari pikiran yang terlalu stress, konsumsi makan yang seimbang dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran.

Gejala hipertensi biasanya sakit kepala dan pusing, penglihatan kabur, jantung berdebar dan sesak nafas. Tapi tidak semua merasakan biarpun mereka yang mempunyai penyakit ini. Inilah sebabnya mengapa harus memeriksakan tekanan darah secara teratur.

Resiko umu yang terjadi bagi mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi adalah strok. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang lemah kemudian mengakibatkan perdarahan di otak.(nia)

PENGERTIAN, TUJUAN, SASARAN DAN PROGRAM PKK

Gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Pemberdayaan Keluarga meliputi segala upaya Bimbingan, Pembinaan dan Pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri. Tim Penggerak PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.Tim Penggerak PKK adalah warga masyarakat, baik laki – laki maupun perempuan, perorangan, bersifat sukarela, tidak mewakili organisasi, golongan, parpol., lembaga, atau instansi, dan berfungsi sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali gerakan PKK.

Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan

Sasaran gerakan PKK adalah keluarga, baik di perdesaan maupun perkotaan yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya, dalam bidang :

  • Mental spiritual meliputi sikap dan perilaku sebagai Insan hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Fisik material meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan. 
Program PKK adalah 10 Program Pokok PKK yaitu :
  1. Penghayatan dan pengalaman pancasila
  2. Gotong royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan tata laksana rumah tangga
  6. Pendidikan dan keterampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan kehidupan berkoperasi 
  9. Kelestarian lingkungan hidup 
  10. Perencanaan sehat.

 

Bupati Resmikan Pendopo Desa majasari

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Senin, 17 Maret 2014 | 03.46

SLIYEG – setelah menyelesaikan pembangunan balai desa baru, kini desa majasari  telah merampungkan pendopo desa majasari. Peresmian pendopo balai desa tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanh, jum’at (14/3). Kehadiran bupati didampingi suaminya , Dr. H Irianto Syarifuddin. “Hasil-hasil pembangunan yang sudah ada, patut dijaga dan dipelihara  dengan sebaik-baiknya. Membangun itu lebih mudah daripada memeliharanya. Termasuk menjaga pendopo balai desa ini. Selain itu harus bisa difungsikan  secara maksimal, “
Ia mengapresiasi tingginya masyrakat untuk swadaya sebagai wujud serta dalam mendukung program pembangunan. Menurutnya, Majasari patut menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

Selain memiliki balai desa yang reprensiatif, pemerintah desa bersama masyarakatnya juga berhasil mewujudkan program-program pembangunan yang mampu mengubah desa menjadi jauh lebih baik. Ia berharap, dari pendopo tersebut dapat menghasilkan karya-karya pembangunan yang mampu mewujudkan desa membangun.

Sementara itu, kuwu majasari, Wartono  SPd MSi  mengatakan, keberhasilan merampungkan pendopo balai desa merupakan keberhasilan pemerintah desa yang didukung masyarakat. Tingginya kesadaran  masyarakat terhadap pentingnya menggalang swadaya untuk membangun, membuat desa segudang prestasi itu semakin maju.

Bantuan dari pemerintah kabupaten Indramayuuntuk membangun pendopo balai desa, diperkuat  dengan pengumpulan swadaya dari masyarakat.“Pembangunan pendopo balai desa ini menghabiskan biaya hingga Rp. 246 juta. Sementara dana bantuan yang tersedia senilai Rp.64 juta. Itu berarti dana swadaya yang berhasil berhasil dihimpun dari masyarakat sangat baik, “ selain membangun pendopo juga dilakukan penataan lingkungan sekitar pendopo, penantaan yang dilakukan itu antara lain membuat taman dan kelelngkapan lainnya. Prestasi lain yang juga dilakukan adalah perbaikan jalan Desa majasari yang kini telah dihotmix, dan juga perbaikan jembatan-jembatan desa. (Cip)

Sumber : Koran Radar Indramayu Edisi Sabtu, 15 Maret 2014

Merajut asa dengan benang woll

Written By PEMERINTAH DESA MAJASARI on Minggu, 16 Maret 2014 | 21.56

belajar merajut
Community Based Organization (CBO) Zulfikar kembali mengadakan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok perempuan, Kegiatan kali ini CBO Zulfikar bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) desa Majasari dan PAUD Nurul Ilmi Desa Majasari untuk pelatihan merajut benag woll dan pengetahuan dasar Internet Marketing.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini Minggu (16/3/2014) diikuti oleh ibu-ibu kader PKK dan Tutor PAUD di Pendopo desa yang baru saja kemarin (Jum'at 14/3/2014) diresmikan Bupati Indramayu. Aas Adiwijaya Ketua CBO menjelaskan bahwa pelatihan tersebut seperti TOT (Trainee of Trainer) " Harapan dari kegiatan ini adalah munculnya motifasi dan kreatifitas perempuan untuk meningkatkan produktifitas ekonomi keluarga, juga peserta pelatihan ini dipersiapkan untuk menjadi pendamping masyarakat dalam pengembangan kreatifitas. Apa yang didapat hari ini harus ditularkan kepada yang lain," jelas nya. Kegiatan yang direncakana akan terus dilaksanakan setiap hari minggu tersebut, dibagi dua sesi pertemuan yaitu pelatihan keterampilan merajut dan keterampilan TIK terkhusus bagaimana TIK dipergunakan sebagai media untuk memasarkan produk-produk dari desa Majasari.

Pengetahuan dasar online Marketing
Kuwu Majasari Wartono, S.Pd.,M.Si menjelaskan bahwa sudut pandang pada kaum perempuan secara umum masih kental dipengaruhi oleh budaya tradisional yang berideologi patriarki. Yaitu fenomena ketimpangan struktural berupa keterbatasan kaum perempuan untuk memperoleh pendidikan, memperoleh akses ekonomi (misalnya bekerja untuk memperoleh penghasilan dan bukan sebatas menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga), berorganisasi, dan lain sebagainya masih tetap berlaku. Ketimpangan struktural tersebut berekses pada timbulnya kemiskinan kultural dalam wujud rendahnya pendidikan dan keterampilan sebagian besar perempuan perdesaan. Sehingga secara alamiah kaum perempuan bersikap pasrah terhadap posisi dirinya dalam kehidupan rumah tangga dan masyarakat, karena secara sadar menyadari demikianlah kodratnya sebagai seorang perempuan.

"Sudah saatnya kaum perempuan di desa kita diberikan kesempatan yang lebih besar dalam Pemenuhan hak pendidikan dan ekonomi untuk mengantarkan kaum perempuan pada tataran perjuangan mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender khususnya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga." tegas Kuwu Wartono. (Sekretariat Desa Majasari)

UKM MAJASARI

Visi da Misi Desa Majasari

VISI DAN MISI
DESA MAJASARI KECAMATAN SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU


Visi :
Mewujudkan Masyarakat Majasari yang Religius, Aspiratif , Produktif, Inovatif dan Harmonis atau RAPIH ditopang dengan system pemerintahan yang baik dan professional dalam pranata social yang beradab, setara dan berkeadilan.

Religius =
Diartikan bahwa masyarakat desa Majasari diharapkan memiliki tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama secara baik dan benar, sehingga dapat tercermin dalam pola berfikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai agama yang diyakininya.

Aspiratif =
Diartikan Bahwa masyarakat desa Majasari mempunyai keinginan, dalam mewujudkan sebuah cita-cita dalam berkehidupan bermasyarakat yang beradab, menjunjung kesetaraan dan keadilan.

Produktif =
Diartikan bahwa masyarakat desa Majasari mampu memberdayakan, mengolah dan menghasilkan, segala sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Inovatif =
Diartikan bahwa segala bentuk pembaharuan diperlukan dalam menghadapi tantangan jaman pada semua sendi kehidupan.

Harmonis =
Diartikan bahwa masyarakat desa Majasari hidup selaras, saling Bantu membantu , mencintai perdamaian dengan tidak melihat perbedaan strata social, suku dan gender.


Dalam mewujudkan visi yang sudah dijabarkan di atas maka disusun Misi :
Panca Karya Hita Karana (lima kerja yang menjadikan sejahtera)

Mengembangkan sumberdaya manusia yang bermutu dengan berbasis pada nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya serta mendorong majunya bidang pendidikan baik formal ataupun non formal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat ;
Meningkatkan peran seluruh masyarakat terutama perempuan dalam pembangunan;
Meningkatkan perekonomian masyarakat dengan optimalisasi sektor pertanian;
Membangun system pemerintahan yang bersih serta berorientasi pada pelayanan public;
Menegakkan keamanan dan ketertiban umum dengan membangun solidaritas antar tokoh masyarakat dan semua komponen masyarakat dalam partisipasi membangun desa yang berlandaskan moral serta menjunjung tinggi gotong royong dan nilai-nilai adat istiadat;